Jumat, 30 Oktober 2015
Selasa, 05 Mei 2015
Kata-kata Mutiara Khalid bin Walid
Kata-kata Mutiara Khalid bin Walid
• Apakah kamu melihat sebuah ruang sebesar tangan di kaki, dada, dan
lenganku yang tidak tertutupi oleh goresan-goresan akibat luka sabetan
pedang, tusukan panah, atau tusukan tombak?
==> Khalid mengatakan ini pada seorang temannya beberapa hari sebelum
ia wafat, empat tahun setelah pemberhentiannya dari pasukan.
• Jika kamu berada di awan, Allah akan mengangkat kami kepadamu atau menurunkan kamu kepada kami untuk berperang.
==> Khalid mengatakan ini pada pasukan Romawi ketika mereka mundur dari medan pertempuran Kota Chalcis yang berbenteng.
• Ketika aku berada di medan pertempuran, Aku lebih menyukainya daripada ketika aku berada di rumahku.
• Malam yang hujan ketika aku berdiri menggunakan baju zirah dengan
pedang dan perisai di tanganku dan melihat lagi dan lagi ke arah timur,
menunggu matahari terbit agar aku bisa memulai pertempuran.
==> Khalid mengatakan ini setelah diberhentikan dari pasukan oleh Khalifah Umar pada 638 M.
• Masuklah ke dalam Islam dan Kamu akan selamat. Atau bayarlah
jizyah, dan Kamu dan kaummu akan kami lindingi, jika tidak, Kamu hanya
akan mendapatkan dirimu bersalah atas konseuensinya, karena aku aka
membawa kepadamu pasukan yang mencintai kematian seperti kamu mencintai
kehidupan.
==> Surat ini ditulis oleh Khalid kepada Gubernur Persia untuk wilayah Mesopotamia sebelum menyerbunya.
• Ketika Allah memutuskan suatu permasalahan, itu pasti terjadi.
• Aku telah mendedikasikan hidupku menuju jalan Allah yang Maha Tinggi.
• Manusia mengharapkan sesuatu, tetapi Allah bermaksud melakukan yang lain.
• Bumi menghancurkan orang-orang bodoh, tetapi kepandaian menghancurkan bumi.
• Jika kamu jujur, kamu akan bertahan. Jika kamu berbohong, kamu akan musnah.
• Aku adalah bangsawan petarung, aku adalah Pedang Allah, aku Khalid ibn Al-Walid.
==> Ini adalah kalimat-kalimat terkenal yang biasa diucapkan Khalid di medan pertempuran.
• Aku adalah anak dari banyak kepala suku. Pedangku tajam dan
mengerikan. Pedang ini adalah benda terkuat ketika periuk pertempuran
telah mendidih dengan dahsyat. Aku adalah pilar Islam! Aku adalah
Sahabat Nabi! Aku bangsawan petarung, Khalid ibn al-Walid!
• Aku akan memberimu tiga hari, jika gerbang-gerbang tidak dibuka
dalam masa tersebut, aku akan menyerang. Dan nanti tidak akan ada lagi
kesempatan seperti ini.
• Aku adalah anak al-Walid! Ada yang ingin berduel?
• Demi imanku, air ini akan pergi ke sisi pasukan yang tabah dan lebih pantas mendapatkannya.
==> Khalid mengatakan ini pada sebelum Pertempuran Walaj yang menentukan, ketika pasukan Islam kehabisan air.
• Oh Tuhan! Jika Engkau memberi kami kemenangan, Aku tidak akan
melihat satu pun petarung musuh yang hidup sampai sungai mereka mengalir
bersama darah mereka!
==> Khalid mengatakan ini pada saat Pertempuran Ullais yang juga dikenal dengan sebutan Pertempuran Sungai Darah.
• Pada Pertempuran Mu’tah, aku mematahkan sembilan pedangku. Tetapi
aku tidak pernah menemui musuh seperti orang-orang Persia. Dan di antara
orang-orang Persia, aku tidak pernah bertemu dengan musuh seperti
pasukan dalam Pertempuran Ullais.
==> Khalid mengucapkan ini sebagai penghormatannya pada
prajurit-prajurit Persia yang sangat berani dalam Pertempuran Ullais
yang berdarah.
• Tunggulah sebentar; akan datang kepadamu gunung-gunung yang membawa
singa-singa dengan baju baja mengkilap, batalion yang diikuti oleh
batalion-batalion lainnya.
==> Surat ini ditulis kepada Ayaz bin Ghanam yang meminta pasukan
bantuan ketika mereka bertempur dengan beberapa suku Arab pemberontak di
utara Arab.
• Aku tahu bahwa orang-orang ini tidak tahu apa-apa tentang perang.
==> Khalid berkata tentang orang-orang Persia dan Arab Kristen yang
baru direkrut oleh pasukan Persia setelah Khalid menganalisis
pengepungan An al Tamar di Iraq.
• Kita akan mengambil rute ini; jangan biarkan ketetapan hati kalian
melemah. Ketahuilah bahwa pertolongan Allah datang sesuai dengan
keinginanmu. Jangan ada yang ditakutkan oleh orang-orang Islam selama
mereka mendapat pertolongan Allah.
==> Khalid mengatakan ini pada salah satu panglima bawahannya yang
mencoba menghentikannya untuk mengambil rute jalan berbahaya menuju ke
Syams dari Iraq melewati Gurun Syams. Panglima itu berkata, ”Kamu tidak
bisa mengambil rute inidengan sebuah pasukan. Demi Allah, bahkan seorang
yang melakukan perjalanan seorang diri akan mencobanya dengan
mengetahui resiko bagi kehidupannya. Perjalanan itu akan membutuhkan
lima hari yang penuh kesulitan yang ekstrem tanpa satu tetes pun air dan
bahaya tersesat di gurun setiap saat.”
• Jika bukan demi kepentingan mematuhi perintah dari khalifah, aku
tidak akan pernah menerima perintah ini. Kamu jauh lebih tinggi dariku
dalam Islam. Aku adalah Sahabat Nabi, tetapi kamu adalah seseorang yang
dipanggil Rasulullah “yang dipercaya oleh bangsa ini”.
==> Khalid mengatakannya kepada Abu Ubaydah ibn al-Jarrah ketika
Khalid mendapat perintah untuk mengambil alih pimpinan seluruh pasukan
di Syams, dan sebagai jawaban dari Abu Ubaydah, “Aku telah menerima
surat dari Abu Bakr yang menunjukmu sebagai panglima bagiku dengan
senang hati. Tidak ada kebencian dalam hatiku, karena aku tahu
kemampuanmu dalam masalah perang.”
• Ambillah ini sebagai hadiah, tidak perlu membayar uang tebusan.
==> Khalid mengatakan ini ketika menyerahkan putri dari Kaisar
Heraklius yang tertangkap dalam Pertempuran Marajul Debaj. Dalam
pertempuran ini, Thomas, suami putri Heraklius itu tewas dalam duelnya
melawan Khalid.
Heraklius menulis surat balasan pada Khalid,
“Aku telah mengetahui apa yang telah Kau lakukan pada tentaraku. Kamu
telah membunuh menantuku dan menawan putriku. Engkau telah menang dan
pergi dengan selamat. Sekarang aku meminta anakku kembali. Dan Kau pun
mengembalikannya kepadaku sebagai hadiah tanpa pembayaran atau tebusan
apapun, kehormatan adalah bagian yang sangat kuat dalam karaktermu.”
• Pujian bagi Allah yang telah menetapkan kematian atas Abu Bakr,
yang lebih menyukaiku daripada Umar. Pujian untuk Allah yang telah
memberikan kekuasaan pada Umar yang kurang menyukaiku daripada Abu Bakr,
dan memaksaku untuk menyukainya.
==> Khalid mengatakan ini beberapa saat sebelum ia wafat. Abu Bakr
mengangkatnya sebagai panglima utama pasukan dan Khalifah Umar
memberhentikannya dari pasukan. Walaupun hubungan antar saudara sepupu,
Khalid dan Umar, selalu menyisakan sangat sedikit kehangatan, tetapi
kepemimpinan Umar yang luar biasa dan adil membuat Khalid kagum, ia pada
saat wafatnya mewariskan seluruh hartanya kepada Umar dan menjadikannya
sebagai wali bagi surat wasiat warisannya atas tanah dan harta
bendanya.
• Semoga Allah memberi ampunan pada Abu Bakr! Jika ia masih hidup, aku tidak akan dibebastugaskan dari jabatan.
==> Khalid mengatakan ini saat Abu Bakr wafat dan penggantinya, Umar,
mengganti Khalid dengan Abu Ubaydah, panglima utama yang baru.
• Jika Abu Bakr wafat dan Umar menjadi Khalifah, kami mendengar dan menaatinya.
==> Khalid mengatakan ini setelah wafatnya Abu Bakr.
• Demi Allah, jika Kamu menunjuk seorang anak kecil untuk memimpinku,
aku akan menaatinya. Bagaimana mungkin aku tidak menaatimu ketika
derajat ke-Islamanmu jauh lebih daripada aku dan Kamu telah dijuluki
sebagai “yang Dipercaya oleh Nabi”? Aku tidak akan pernah mencapai
status itu. Aku umumkan di sini dan sekarang bahwa aku telah
mendedikasikan diriku menuju jalan Allah yang Maha Tinggi.
==> Khalid mengatakan ini pada Abu Ubaydah setelah dibebastugaskan dari jabatannya oleh Umar tanpa diberitahukan alasannya.
• Orang-orang Romawi ini adalah yang paling berani di antara orang-orang Romawi yang pernah kutemui.
==> Khalid memberi penghargaan pada prajurit Romawi yang ia kalahkan dalam Pertempuran Emesa.
• Betapa sedikitnya pasukan Romawi dan betapa banyaknya jumlah kita!
Kekuatan sebuah pasukan tidak dinilai dari jumlahnya, tetapi dinilai
dari pertolongan Allah padanya, dan kelemahan pasukan ada pada saat
Allah meninggalkannya.
==> Khalid mengatakan ini pada salah satu prajuritnya di Pertempuran
Yarmuk. Prajurit itu sebelumnya berkata, “Betapa banyaknya jumlah
pasukan Romawi dan betapa sedikitnya jumlah kita.”
• Aku memprotes sebagai sebagai seorang muslim atas apa yang teah
Engkau putuskan. Demi Allah, Engkau telah tidak adil padaku, wahai Umar!
==> Khalid mengatakan ini pada Khalifah Umar yang memberhentikannya dari ketentaraan tahun 638.
• Umar menunjukku untuk Syams sampai ia berubah menjadi gandum dan madu; kemudian ia memberhentikanku!
==> Khalid mengatakannya pada istrinya setelah diberhentikan.
• Dan di sinilah aku, mati di atas tempat tidur, seperti domba mati. Semoga mata para pengecut tidak akan pernah tidur.
Sabtu, 07 Februari 2015
TUNAS PII BREBES
SAMPAIKANLAH DARIKU WALAUPUN SATU AYAT
.
Kebersamaan menjadikan hal-hal sepele terasa sangat menggembirakan. -
See more at:
http://www.kata2mutiara.com/2014/10/Kebersamaan-kata-Mutiara-Bijak.html#sthash.QyH7Q32A.dpuf
.
Kebersamaan menjadikan hal-hal sepele terasa sangat menggembirakan. -
See more at:
http://www.kata2mutiara.com/2014/10/Kebersamaan-kata-Mutiara-Bijak.html#sthash.QyH7Q32A.dpuf
Langganan:
Komentar (Atom)





