menu

Kamis, 16 Februari 2017

DIALOG POLIGAMI

DIALOG POLIGAMI 
ITP : apapun alasanya , sampai saat ini aku termasuk salah seorang dari istri muslimah yang belum siap poligami atau tidak bersedia dimadu oleh suamiku . bagaimana pendapat anti tentang perkara ini?
 IP : engkau termasuk yang jujur . semua wanita termasuk aku sendiri pada mulanya seperti anti juga. Tidak bersedia di madu . tapi bukankah yang di sebut muslim atau muslimah itu adalah orang menyerah bulat baik secara lahir maupun batin kepada Allah dan hokum-Nya , begitu juga kepada sunnah Nabi? ITP : Apakah berpoligami itu termasuk Hukum Allah dan Sunnah Nabi Rasulullah? Ip : Maaf saudaraku ..apakah anti tidak perna membaca ayat berkenaan dengan ini dalam surat An-Nissa ayat 3? Di situ Allah berfirman : maka kawinilah wanita-wanita Lain yang kamu sukai dua, tiga atau empat. Dan jika kamu takut tidak dapat berlaku adil maka kawinilah seorang saja. Aksiomatis dari ayat ini , jelas-jelas member hak poligami kepada kaum laki-laki , dimana seorang muslimah sholiha tidak boleh mengingkarinya, atau tidak boleh menolaknya sebagian dari ayat Allah, apakah hukumnya?
 ITP : Maafkan aku, aku tidak bermaksud membantah anti. Persoalanya . ana bukan menolak hukum Allah sebagian Ayat Allah , tetapi ana belum siap dan tidak relah untuk dimadu. Bahkan ana berniat bilamana suamiku kawin lagi. Aku minta dicerai saja. 
IP : saudaraku, sekali lagi aku minta maaf pada anti. Dan aku berharap anti tidak marah padaku. Jika persoalan ini di kembalikan kepada persaan dan hawa nafsu , tentu kita para wanita ini, tidak ada yang siap termasuk ummmul mu`minin dan istri –istri para sahabat dan orang –orang soleh terdahulu. Bukankah demikan?
 ITP : YA…!!! Lalu bagaimanakah seharusnya kita bersikap?
 IP : jika demikan , sebaiknya marilah kita bersama-sama membuka AlQur`an yang telah kita imani. Allah berfirman . Dan tidak patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi wanita yang mukminah, apabilah Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka . barangsiapa mendurkai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya ia telah tersesat yang nyata. ( QS. Al-ahzab :36) Firmanya lagi sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin , bila mereka di pangil kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) diantara merdeka ialah ucapkan . kami mendengar dan kami patuh. ( QS. An-Nisa 63 ) . maksud dari dalil-dalil dia atas menerangkan tentang cirri-ciri mu`min haqqan, orang –orang yang benar-benar beriman. Orang beriman sempurna adalah orang yang tidak ada rasa berat di dalam hatinya untuk menerima hukum Allah dan Rasulnya , baik ia suka atau tidak suka , dalam keadaan berat maupun ringan. 
ITP : jazaakillahu khairan atas penjelasan anti, lalu apakah nasehat anti kepadaku yang belum siap di madu…?
 IP : Siapkanlah diri untuk menerima islam secara Syumul (sempura) dan kaffah (menyeluruh), janganlah mengambil mana-mana perkara di dalam islam yang di sukai saja , sedang yang di sukai di tolak dan tinggalkan .