menu

Selasa, 29 Mei 2018

PII Jalan Hijrahku.

GONJOL DAN EMPAT PEMUDA PII

Gonjol Dilahirkan dalam keluarga yang biasa saja, tidak terlalu kental nuansa agama. Bisa dikatakan bahwa gonjol adalah anak yang BIKIN ONAR DAN SUKA BERKELAHI, namun tidak sampai over, sehingga masih tersisa dalam jiwa sebuah kecenderungan untuk taat dan mengingat akan apa resiko dari perbuatan yang dilakukan. Memang sih gonjol sangat awam terhadap Islam.,merasa asing dengan agama Islam itu sendiri, kelakuan yang sekularisme, hedonisme, yang penting suka, ikuti tanpa mengindahkan aturan Allah.
Kisah gonjol berawal saat pertama kalinya masuk puma ketika hidayah menjemputnya, tahun 2008 . Kala itu gonjol di ajak berorganisasi dari organisasi pelajar islam Indonesia (PII ) , yang bernuansa agama . Pada awalnya gonjol tak menengok kearah organisasi PII, karna diajak oleh teman akhirnya gonjol mengikutinya walaupun tidak serius. Saat ada rapat, pengajian, ataupun sekedar kumpul dengan teman gonjol pun kadang hadir kadang tidak, dengan berbagai alasan (banyak tidak hadirnya… 
singkat cerita 
pada tahun 2012-2013 Mulai gonjol aktif di organisasi PII bukan sekedar ikut-ikutan, tapi menjadi agen perubahan dengan 4 pemuda, siapa mereka ?? dia adalah sahabat- sahabat gonjol tarjuki, ghozi, rodin, dan taufik. empat pemuda inilah yang berusaha membangkitkan kembali PII yang sebelumnya fakum berapa tahun, sifat ganjol yang dulu yang nakal kini mulai berubah . gonjol hanya suka berkumpul dengan teman-teman di PII, jika ada kajian rutin benar-benar di hayati, bukan hanya masuk telinga kanan langsung keluar di telinga kiri. Dan dari keakraban PII inilah dengan sendirinya pembelajaran tentang Islam melekat dalam otakk gonjol . Barangkali inilah yang disabdakan Rasulullah Muhammad shallallahu’alaihi wasallam, “Perumpamaan teman yang baik dan teman yang jelek seperti pandai minyak wangi dan pandai besi. (Duduk dengan) penjual minyak wangi bisa jadi engkau akan dapati darinya aroma yang wangi. Sementara (duduk dengan) pandai besi, bisa jadi ia akan membakar pakaianmu dan bisa jadi engkau akan dapati darinya bau yang tidak sedap.” (Muttafaq’alaih)


Ketika Kelak Anakku Bertanya

Ketika Kelak Anakku Bertanya
“Apakah tahun 2016 Ayah masih muda?” tanya anakku. 
“Iya, Ayah masih muda. Masih gagah,” jawabku. 
“Apa benar tahun 2016 terjadi penistaan al Qur’an?” tanyanya menggugah ingatanku. 
“Iya, benar. Telah terjadi penistaan al Qur’an dan pelecehan terhadap ulama waktu itu,” jelasku. 
“Ayah, saya baca di beberapa tulisan, tragedi itu menyulut reaksi ratusan ribu kaum muslim seluruh Indonesia. Mereka menuntut agar penista al Qur’an dihukum. Ayah ada di mana waktu itu?”
***
Aku membayangkan jika kelak anak-anakku bertanya tentang hal. Ya, sekira 15 atau 20 tahun yang akan datang, mereka membaca atau mendengar telah terjadi tragedi penistaan al Qur’an tahun 2016.
“Waktu itu Ayah masih muda, masih gagah. Dimana Ayah diantara ratusan ribu orang itu?” 
“Ayah, apa yang Ayah lakukan ketika al Qur’an dinistakan?”
Kira-kira jawaban apa yang kelak aku berikan kepadanya?
Apakah aku akan menjawab, “Nak, waktu itu Ayah sibuk bekerja.” Atau, “Nak, Ayah sibuk kuliah, tidak sempat mikir peristiwa itu.” 
Jangan-jangan aku menjawab, “Nak, itu bukan urusan Ayah. Ngapain Ayah ikut rame-rame begituan, dapat apa coba, kaya’ kurang kerjaan aja.”
*** 
Dan, anakku berkata, “Ayah, al Qur’an dilecehkan Ayah diam saja. Menganggap itu bukan urusan Ayah. Lalu urusan Ayah apa?”
***
Lamunanku buyar seketika. 
Tidak! Aku akan berkata kepada anakku kelak. “Nak, Ayah ada di barisan terdepan. Ayah ada diantara jutaan orang itu.”

Puma tempatku Belajar

Motivasi Aku belajar adalah sahabatku 


            Tak terasa aku meninggalkan puma tercintaku. tepatnya ditahun 2014 . PUMA ini terletak di tengah-tengah kota. tepatnya dikota Kauman Brebes jln H. Agus Salim No. 42. Suasana yang selalu bikin aku kangen. dimana bangunan-bangunan yang tinggi yang warnanya hampir selaras dengan warna disekililingnya 

            PUMA, begitulah kami menamakan Tempat itu. Memang terlihat seperti kota kecil yang dipenuhi manusia-manusia cilik yang haus akan ilmu. hilir mudik tak pernah sepi. siapa pun yang datang pasti akan iri dengan suasananya. Setiap waktu shalat azan berkumandang dengan suara yang selalu berbeda. Shalat jamaah yang tak pernah boleh ditinggalkan bahkan batas waktu untuk tiba dimesjid diakhir azan. Tap tap, bila azan berakhir maka kami akan diberdirikan oleh sahabat seperjuanganku sampai waktu iqamah. 
Hal yang lebih membuat aku merindukan suasana puma ini adalah suasana kebersamaannya setiap malam kami selalu bercanda bersama .
            Bukan hanya suasana kebersamaan saja, tapi suasana belajar menjelang ujian. Itu adalah suasana yang benar-benar penuh semangat. dimana-mana Aku menemukan orang yang belajar. Aku sendiri tidak menemukan suasana belajar sedemikian rupa ditempat belajarku sekarang. Motivasi Aku belajar adalah sahabatku 
aku benar-benar rindu akan suasana ini. Sambil mengetik puan air mataku menetes. Kapan aku bisa mengulangi hal serupa. Tapi waktu terus berjalan,. Aku terlalu naif bila berkata aku tidak menyukai puma, karena sekarang aku benar-benar rindu bahkan tak terluapkan