GONJOL DAN EMPAT PEMUDA PII
Gonjol Dilahirkan dalam keluarga yang biasa saja, tidak terlalu kental nuansa agama. Bisa dikatakan bahwa gonjol adalah anak yang BIKIN ONAR DAN SUKA BERKELAHI, namun tidak sampai over, sehingga masih tersisa dalam jiwa sebuah kecenderungan untuk taat dan mengingat akan apa resiko dari perbuatan yang dilakukan. Memang sih gonjol sangat awam terhadap Islam.,merasa asing dengan agama Islam itu sendiri, kelakuan yang sekularisme, hedonisme, yang penting suka, ikuti tanpa mengindahkan aturan Allah.Kisah gonjol berawal saat pertama kalinya masuk puma ketika hidayah menjemputnya, tahun 2008 . Kala itu gonjol di ajak berorganisasi dari organisasi pelajar islam Indonesia (PII ) , yang bernuansa agama . Pada awalnya gonjol tak menengok kearah organisasi PII, karna diajak oleh teman akhirnya gonjol mengikutinya walaupun tidak serius. Saat ada rapat, pengajian, ataupun sekedar kumpul dengan teman gonjol pun kadang hadir kadang tidak, dengan berbagai alasan (banyak tidak hadirnya…
singkat cerita
pada tahun 2012-2013 Mulai gonjol aktif di organisasi PII bukan sekedar ikut-ikutan, tapi menjadi agen perubahan dengan 4 pemuda, siapa mereka ?? dia adalah sahabat- sahabat gonjol tarjuki, ghozi, rodin, dan taufik. empat pemuda inilah yang berusaha membangkitkan kembali PII yang sebelumnya fakum berapa tahun, sifat ganjol yang dulu yang nakal kini mulai berubah . gonjol hanya suka berkumpul dengan teman-teman di PII, jika ada kajian rutin benar-benar di hayati, bukan hanya masuk telinga kanan langsung keluar di telinga kiri. Dan dari keakraban PII inilah dengan sendirinya pembelajaran tentang Islam melekat dalam otakk gonjol . Barangkali inilah yang disabdakan Rasulullah Muhammad shallallahu’alaihi wasallam, “Perumpamaan teman yang baik dan teman yang jelek seperti pandai minyak wangi dan pandai besi. (Duduk dengan) penjual minyak wangi bisa jadi engkau akan dapati darinya aroma yang wangi. Sementara (duduk dengan) pandai besi, bisa jadi ia akan membakar pakaianmu dan bisa jadi engkau akan dapati darinya bau yang tidak sedap.” (Muttafaq’alaih)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar