menu

Selasa, 25 April 2017

Setan Bisu



SETAN BISU
            Banyak kita jumpai saat ini sebagai muslim mengambil sikap yang katanya NETRAL. Tidak mau ambil pusing, tidak mau repot, dan mengambil langkah aman. Tanpa sadar mencari muka di hadapan manusia akan tetapi ia justru buang muka dari Ridho Allah hutalah.
            Saat agamanya di hina, di injak-injak nabinya di lecehkan, ayat sucinnya di nistakan semuanya disikapi dengan NETRAL . baik kwatir dibilang fanatik, kwatir sara dan sebagainnya. bahkan ada yang beralasan bahwa islam RAhmatan Lil Alamin. Alas an –asalan yang dibangun persepsi dan ilusi. Netral dalam situasi seperti ini dalam islam di sebut SETAN BISU.
Abu Ali Ad Daqoq Rahimahullah mengatakan :
Barangsiapa yang diam saja tidak membela kebenaran maka dia adalah setan bisu.
Ketahuilah pertarungan antara kebenaran dan kebatil itu abadi . akankah kita hanya mengambil sikap netral, padahal di akherat nanti tidak ada posisi netral yang ada golongan kanan dan golongan kiri . maka perjelaslah posisi kita . diakherat nanti dari golongan manusia hanya ada ahli surga dan ahli neraka bahkan asbabul ahrof pun akhirnya masuk surga. Maka perjelaslah sikap kita rencanakan tempat kita di akherat kelak .
            Di akherat manusia terbagi menjadi tiga golongan. 1. Golongan Mukminun 2. Golongan kafirun 3. Golongan Munafiqun. Maka golongan kafirun dan munafiqun akan masuk neraka janaham. Mereka kekal di dasarnya dan tidak akan perna diangkat . dalam surat At- Taubah ayat 63 Allah Taallah berfirman :
            Tidaklah mereka orang-orang munafik itu mengetahui bahwasanya barangsiapa yang menentang Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya neraka jahanam baginnya mereka didalamnya. Itu adalah kehinaan yang besar.
            Maka akan jadi bagian manakah kita, akankah kita hanya diam dan bersikap netral ketika agama kita di hina?
Akankah kita akan merasa aman dengan memalingkan wajah kita dari dzat yang maha Kuasa?
Akankah kita merasa nyaman hanya dengan menjadi SETAN BISU?

Cara Setan mengoda Manusia



Cara Setan mengoda Manusia
            Sesuai sumpah yang telah di ucapkan di hadapan Alah SWT. Setan tidak perna berputus asa, tak akan perna diam.untuk mengoda Manusia. Dalam upayannya menyesatkan manusia setan menempu jalan bebagai cara . ada yang langsung di bujuk untuk berbuat maksiat namun ada pula digiring kepada kemaksiatan secara bertahap dan perlahan .
Orang-orang yang awam yang lemah iman dan ilmu dengan mudah akan di larut dengan bisikan setan namun bagaimana cara setan menghadapi orang berilmu yang mengerti haramnya maksiat. Ibnu Qoyim Al –Juziyah menyebutkan beberapa tahap godaan dan bujukan setan kepada manusia. Tahapan ini mengambarkan bagaimana setan tak perna berputus asa dalam mengilincirkan manusia.
1.      Setan akan menjerumuskan manusia langsung untuk melakukan perbuatan kekufuran dan kesirikan . apabilah berhasil tugas setan telah pali purna ia pun dapat nyenyak beristirahat. Namun jika jebakan ini tidak berhasil setan membuat jebakan baru yang lebih halus yaitu
2.       ia akan menjerumuskan manusia untuk melakukan bid`ah .jebakan ini lebih disukai oleh setan sebab biasannya manusia tidak menyadari bahwa bid`ah adalah sebuah dosa.Namun bahayanya langsung berakibat kepada DIN apalagi, seperti zaman sekarang, banyak orang malah  beradu dalil ketika di ingatkan soal bid`ah. Menudu yang mengingatkan sebagai WAHABI  atau sebutan lain yang tendensius . padahal bid`ah kata Ibnul Qoyim pintu menuju kekafiran dan kemusrikan.  Bila pintu pintu bid`ah setan telah menyiapkan jebakan lain yang lebih halus
3.      Yaitu menjerumuskan dosa-dosa besar seperti berzina, membunuh, minum khomer, berjudi dan lainnya.di harapkan manusia yang terjebak dalam dosa ini akan menyebarkan kemaksiatan dan dosa – dosa itu di tengah manusia . yang terjadi pun seperti sekarang ini, dosa-dosa besar ini dianggap lumrah karena telah menyebar kemana-mana .
4.      bila setan gagal mengoda manusia untuk melakukan dosa-dosa besar dia akan membujuknya melakukan dosa-dosa kecil . dosa kecil lebih manjur untuk mengoda mausia karena ia di remehkan dianggap sebagai dosa RINGAN yang nanti akan muda di maafkan oleh Allah. Padahal, semakin akrab dengan dosa-dosa kecil dosa itu akan mengunung dan menjadi dosa besar. Bila seseorang terlalu alim sehingga susah di bujuk sekalipun hanya melakukan dosa kecil setan tidak perna putus asa
5.      ia akan mengoda manusia ia akan mengoda dengan amala-amalan MUBAH ia akan menyibukan dengan perbuatan yang memang tidak berdosa tetapi juga tidak berpahala sehingga waktunya habis sementara amala kebaikan dan pahalanya tidak bertambah.
6.      Terakhir bila tetap tidak mempan setan masih memiliki jurus lain yang paling halus dan tak terasa  yaitu ia akan di bujuk untuk sibuk melakukan perbuatan yang mahdul ketimbang yang afdhol sibuk dengan amal soleh padahal ada amal soleh yang lain yang lebih prioritas untuk dikerjakan . tahapan tahapan tersebut mengambarkan dengan jelas betapa setan tidak perna lelah untuk terus dan terus mengilincirkan kita . lalu apakah kita juga tidak perna putus asa? Untuk terus-menerus meminta perlindungan Allah dari godaan setan tersebut?

Jangan bicara islam tinggi tinggi.



Jangan bicara islam tinggi tinggi.
Jika kita ingin melihat kualitas keislaman sesorang, lihatlah di mana ia saat adzan subuh berkumandang. Apakah ia bergegas menembus gelapnya subuh, atau ia masih asiyk meringkuk dan menikmati amisnya kencing syaitan.
Dalam sebuah riwayat di katakan  bahwa mereka yang bangun tidurnya kesiangan  maka syetan telah mengencingi telinganya. Relahkah kita ketika kuping kita menjadi pispotnya syaitan ? Naudubillah mindalik.
Kita merasa  begitu dekat  ketika di suruh berlari seratus meter  namun beberapa meter saja ke masjid  untuk sholat subuh berjamaah  terasa begitu berat .
Ketika kita terlelap tidur setan membuat tiga ikatan dimana setiap ikatan itu tertulis Malam masih panjang tidurlah terus .
Ketka anak adam bangun lepaslah satu ikatan, ketika ia beranjak  untuk berwuduh lepaslah satu ikatan yang lain dan ketika ia sholat lepaslah seluruh ikatan demiakan jelas hadis shohih.
Tetap tidur di waktu pagi  dan menjadikan telingga ini tuli akan seruan muadzin, bisa menyebabkan kemiskinan  kalaupun tidak miskin secara materi  maka akan  miskin kesehatan apalah artinya banyak uang  anmun penyakit menumpuk , apalah artinya harta yang melimpah jika tidak memiliki kesehatan .
Dikatakan di dalam sebuah riwayat tidur di pagi hari mewariskan kemiskinan , riwayat ini segeris lurus dengan sebuah penelitian bahwa tidur di pagi hari dapat menyebabkan penyakit diabetes  bahkan nabi SAW pernah membangunkah aisiyah  yang ketika itu sedang tidur  di waktu pagi seraya berkata  ``bangulah dan saksikanlah sesungguhnya Allbagi ah membagikan rizkinya di pagi hari.
Shubuh berjamaah  menjadi ukuran keimanan seorang muslim  karena ia merupakan  sholat yang berat  bagi mereka yang masih ada nifak di dalam hatinya. Nabi saw bersabda :
Sesungguhnya sholat yang paling berat  dilaksanakan oleh orang-orang munafik  adalah sholat isya dan sholat shubuh, sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya  niscaya mereka akan mendatanginnya sekalipun dengan merangkak .
Sholat shubuh begitu memberatkan langkah  karena hadir di saat kita  asik menikmati  empuknya kasur,  sedangkan sholat isya  karena waktunya panjang  sehingga kebanyakan kita sering menunda-nunda nya . Sholat shubuh berjamaah di masjid memiliki keutamaan yang luar biasa sehingga betapa merugihnya  jika seorang insan yang beriman  melewatinya. Jika kita sanggup sholat shubuh berjamaah di masjid tentu muda bagi kita untuk menunaikan sholat-sholat  lainnya dengan berjamaah.
Salah satu penyebab masuk surga bagi seorang hamba adalah sholat subuh secara berjamaah . rasulullah SAW bersabda :
Barangsiapa yang mengerjakan  sholat  badre yaitu sholat subuh dan  ashar  maka dia akan masuk surga .
Jangan berbicara islam terlalu tinggi kalau kita tak mampu berjamaah subuh di masjid. Jangan berharap masuk surga kalau sholat subuh kita masih kesiangan. Marih kita buat hari kita ceria  dengan  mengawali bagun pagi , marih memburu syurga  keutamaan subuh.

Menjengguk Allah.



Menjengguk Allah.
Dalam sebuah hadis Qudsi Allah Swt berfirman :
Ya ibnu adam mahradtu falam tahduni.
Wahai HAMBAKU anak adam, Wahai mahluk yang telah kuciptakan dengan segenap kasih sayang dan nikmat . Aku  SAKIT. Aku SAKIT. tetapi engkau tidak mau menjengukku.  Engkau tidak mau menjenggukku.
Allah Rabbul alamin . Allah penguasa seluruh Alam. Allah yang maha perkasa, yang maha kuat dan bekuasa atas segalahnya. Namun Allah sakit , bagaimana menjengguk dzat yang memiliki kekuasaan tiada batas dan tiada tanding Itu?
Ya robbi kaefa audubika wa angta robill alamin. hamba tadi bertanya :
 Wahai roobku, bagaimana aku menjenggukkmu padahal engkau adalah RABULL ALAMIN?
Padahal engkau adalah zat yang sinarmu saja membuat luluh gunung Sinai. Bagaimana kami menjengguk engkau. Yang Dengan segala keagungannya kami tidak akan mampu melihatmu di dunia ini.
Lalu Allah menjelaskan :
Ana alimta an abdih fulana marido falam ta`adu
Ingatkah engkau wahai  hamba-hambaku . dulu  perna ada hambaku si fulan yang sakit . ingat engkau dia sakit tapi engkau tidak menjengguknya.
 Ana alimta anaka law adathu
Tidakkah engkau sadari wahai hambaku. andai saja saat itu engkau mau menjengguk hambaku si fulan yang sakit  andai saja engkau mau meluangkan waktu , andai saja engkau  mau sedikit bersusah payah menemui hambaku yang sakit dan menjengguknya.
Law jadatni ingdahu…
Engkau pasti akan mendapatkan aku ada di sisinya engkau pasti mendapati aku bersama dirinya.
 Hadis qudsi di atas mengambarkan betapa agung dan muliannya menjengguk orang sakit . menjenguk orang sakit bukan sekedar kegiatan sosial, bukan sekadar mengugurkan kewajiban kepada sesama teman. Kerabat atau tetangga, tetapi bersama orang sakit itu, ada Allah menjengguknya berarti juga menjengguk Allah.
Saudaraku…
Sebelum terlambat  marih  berbenah diri , jangan sampai kelak di hari kiamat Allah menegur kita karena tak mau menjengguknya.