Menjengguk Allah.
Dalam sebuah hadis Qudsi Allah Swt berfirman :
Ya ibnu adam mahradtu falam tahduni.
Wahai HAMBAKU anak adam, Wahai mahluk yang telah kuciptakan dengan
segenap kasih sayang dan nikmat . Aku
SAKIT. Aku SAKIT. tetapi engkau tidak mau menjengukku. Engkau tidak mau menjenggukku.
Allah Rabbul alamin . Allah penguasa seluruh Alam. Allah yang maha
perkasa, yang maha kuat dan bekuasa atas segalahnya. Namun Allah sakit ,
bagaimana menjengguk dzat yang memiliki kekuasaan tiada batas dan tiada tanding
Itu?
Ya robbi kaefa audubika wa angta robill alamin. hamba tadi bertanya
:
Wahai roobku, bagaimana aku
menjenggukkmu padahal engkau adalah RABULL ALAMIN?
Padahal engkau adalah zat yang sinarmu saja membuat luluh gunung
Sinai. Bagaimana kami menjengguk engkau. Yang Dengan segala keagungannya kami
tidak akan mampu melihatmu di dunia ini.
Lalu Allah menjelaskan :
Ana alimta an abdih fulana marido falam ta`adu
Ingatkah engkau wahai
hamba-hambaku . dulu perna ada
hambaku si fulan yang sakit . ingat engkau dia sakit tapi engkau tidak
menjengguknya.
Ana alimta anaka law adathu
Tidakkah engkau sadari wahai hambaku. andai saja saat itu engkau
mau menjengguk hambaku si fulan yang sakit
andai saja engkau mau meluangkan waktu , andai saja engkau mau sedikit bersusah payah menemui hambaku
yang sakit dan menjengguknya.
Law jadatni ingdahu…
Engkau pasti akan mendapatkan aku ada di sisinya engkau pasti
mendapati aku bersama dirinya.
Hadis qudsi di atas
mengambarkan betapa agung dan muliannya menjengguk orang sakit . menjenguk
orang sakit bukan sekedar kegiatan sosial, bukan sekadar mengugurkan kewajiban
kepada sesama teman. Kerabat atau tetangga, tetapi bersama orang sakit itu, ada
Allah menjengguknya berarti juga menjengguk Allah.
Saudaraku…
Sebelum terlambat marih berbenah diri , jangan sampai kelak di hari
kiamat Allah menegur kita karena tak mau menjengguknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar