menu

Selasa, 25 April 2017

Menjengguk Allah.



Menjengguk Allah.
Dalam sebuah hadis Qudsi Allah Swt berfirman :
Ya ibnu adam mahradtu falam tahduni.
Wahai HAMBAKU anak adam, Wahai mahluk yang telah kuciptakan dengan segenap kasih sayang dan nikmat . Aku  SAKIT. Aku SAKIT. tetapi engkau tidak mau menjengukku.  Engkau tidak mau menjenggukku.
Allah Rabbul alamin . Allah penguasa seluruh Alam. Allah yang maha perkasa, yang maha kuat dan bekuasa atas segalahnya. Namun Allah sakit , bagaimana menjengguk dzat yang memiliki kekuasaan tiada batas dan tiada tanding Itu?
Ya robbi kaefa audubika wa angta robill alamin. hamba tadi bertanya :
 Wahai roobku, bagaimana aku menjenggukkmu padahal engkau adalah RABULL ALAMIN?
Padahal engkau adalah zat yang sinarmu saja membuat luluh gunung Sinai. Bagaimana kami menjengguk engkau. Yang Dengan segala keagungannya kami tidak akan mampu melihatmu di dunia ini.
Lalu Allah menjelaskan :
Ana alimta an abdih fulana marido falam ta`adu
Ingatkah engkau wahai  hamba-hambaku . dulu  perna ada hambaku si fulan yang sakit . ingat engkau dia sakit tapi engkau tidak menjengguknya.
 Ana alimta anaka law adathu
Tidakkah engkau sadari wahai hambaku. andai saja saat itu engkau mau menjengguk hambaku si fulan yang sakit  andai saja engkau mau meluangkan waktu , andai saja engkau  mau sedikit bersusah payah menemui hambaku yang sakit dan menjengguknya.
Law jadatni ingdahu…
Engkau pasti akan mendapatkan aku ada di sisinya engkau pasti mendapati aku bersama dirinya.
 Hadis qudsi di atas mengambarkan betapa agung dan muliannya menjengguk orang sakit . menjenguk orang sakit bukan sekedar kegiatan sosial, bukan sekadar mengugurkan kewajiban kepada sesama teman. Kerabat atau tetangga, tetapi bersama orang sakit itu, ada Allah menjengguknya berarti juga menjengguk Allah.
Saudaraku…
Sebelum terlambat  marih  berbenah diri , jangan sampai kelak di hari kiamat Allah menegur kita karena tak mau menjengguknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar