Cara
Setan mengoda Manusia
Sesuai sumpah yang
telah di ucapkan di hadapan Alah SWT. Setan tidak perna berputus asa, tak akan
perna diam.untuk mengoda Manusia. Dalam upayannya menyesatkan manusia setan
menempu jalan bebagai cara . ada yang langsung di bujuk untuk berbuat maksiat
namun ada pula digiring kepada kemaksiatan secara bertahap dan perlahan .
Orang-orang yang awam yang lemah iman dan ilmu dengan mudah akan di
larut dengan bisikan setan namun bagaimana cara setan menghadapi orang berilmu
yang mengerti haramnya maksiat. Ibnu Qoyim Al –Juziyah menyebutkan beberapa
tahap godaan dan bujukan setan kepada manusia. Tahapan ini mengambarkan
bagaimana setan tak perna berputus asa dalam mengilincirkan manusia.
1.
Setan
akan menjerumuskan manusia langsung untuk melakukan perbuatan kekufuran dan
kesirikan . apabilah berhasil tugas setan telah pali purna ia pun dapat nyenyak
beristirahat. Namun jika jebakan ini tidak berhasil setan membuat jebakan baru
yang lebih halus yaitu
2.
ia akan menjerumuskan manusia untuk melakukan
bid`ah .jebakan ini lebih disukai oleh setan sebab biasannya manusia tidak
menyadari bahwa bid`ah adalah sebuah dosa.Namun bahayanya langsung berakibat
kepada DIN apalagi, seperti zaman sekarang, banyak orang malah beradu dalil ketika di ingatkan soal bid`ah.
Menudu yang mengingatkan sebagai WAHABI
atau sebutan lain yang tendensius . padahal bid`ah kata Ibnul Qoyim
pintu menuju kekafiran dan kemusrikan. Bila pintu pintu bid`ah setan telah menyiapkan
jebakan lain yang lebih halus
3.
Yaitu
menjerumuskan dosa-dosa besar seperti berzina, membunuh, minum khomer, berjudi
dan lainnya.di harapkan manusia yang terjebak dalam dosa ini akan menyebarkan
kemaksiatan dan dosa – dosa itu di tengah manusia . yang terjadi pun seperti
sekarang ini, dosa-dosa besar ini dianggap lumrah karena telah menyebar
kemana-mana .
4.
bila
setan gagal mengoda manusia untuk melakukan dosa-dosa besar dia akan
membujuknya melakukan dosa-dosa kecil . dosa kecil lebih manjur untuk mengoda
mausia karena ia di remehkan dianggap sebagai dosa RINGAN yang nanti akan muda
di maafkan oleh Allah. Padahal, semakin akrab dengan dosa-dosa kecil dosa itu
akan mengunung dan menjadi dosa besar. Bila seseorang terlalu alim sehingga
susah di bujuk sekalipun hanya melakukan dosa kecil setan tidak perna putus asa
5.
ia
akan mengoda manusia ia akan mengoda dengan amala-amalan MUBAH ia akan
menyibukan dengan perbuatan yang memang tidak berdosa tetapi juga tidak
berpahala sehingga waktunya habis sementara amala kebaikan dan pahalanya tidak
bertambah.
6.
Terakhir
bila tetap tidak mempan setan masih memiliki jurus lain yang paling halus dan
tak terasa yaitu ia akan di bujuk untuk
sibuk melakukan perbuatan yang mahdul ketimbang yang afdhol sibuk dengan amal
soleh padahal ada amal soleh yang lain yang lebih prioritas untuk dikerjakan .
tahapan tahapan tersebut mengambarkan dengan jelas betapa setan tidak perna
lelah untuk terus dan terus mengilincirkan kita . lalu apakah kita juga tidak
perna putus asa? Untuk terus-menerus meminta perlindungan Allah dari godaan
setan tersebut?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar